Close
konstruksi

Sudah menjadi pemandangan wajib bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar melihat berbagai macam proyek pembangunan atau konstruksi di sana-sini. Proyek ini dikelola dan diawasi oleh elemen yang berbeda, ada dari pemerintah hingga perusahaan swasta, sesuai dengan jenisnya.

Pembangunan konstruksi ini pun bukan asal dibangun dan tanpa tujuan tertentu. Adanya faktor kebutuhan masyarakat dan perusahaan membuat beberapa area atau lahan kosong yang cukup luas dijadikan sebagai tempat pembangunan.

 

Tahapan Dalam Konstruksi Bangunan

Secara umum, pengerjaan pada proyek konstruksi terbagi menjadi empat tahap, yaitu perencanaan (planning), perancangan (design), pengadaan atau pelelangan, dan pelaksanaan (construction). Keempat tahapan ini dilakukan oleh setiap perusahaan atau pemerintahan yang menginginkan pembangunan tersebut.

Pada tahap pertama, perencanaan sangat diperlukan sebagai dasar dan acuan dalam proyek konstruksi. Tahap ini meliputi berbagai pihak mulai dari pihak yang ingin menjalankan proyek hingga pihak konsultan.

Setelah perencanaan, kemudian dilakukanlah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek maupun insinyur khusus, sesuai dengan jenis konstruksi yang akan dibangun.

Kedua tahap tersebut kemudian diikuti dengan tahap pengadaan dimana akan dilakukan supervisi proyek oleh konsultan perencanaan dan pengawas. Tak lupa pula dengan melengkapi kelengkapan dokumen sebelum akhirnya sampai pada tahap terakhir yaitu tahap pelaksanaan.

Proyek konstruksi selanjutnya akan dijalankan sesuai dengan rencana, rancangan, dan pengadaan yang telah dipersiapkan dengan baik. Di tahap ini pula penandatanganan kontrak kerja dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan direncanakan.

 

Jenis-Jenis Konstruksi Bangunan

Konstruksi diperlukan untuk membangun rangka sebuah bangunan maupun fasilitas umum dengan skala besar. Agar pembangunan konstruksi berjalan dengan lancar, diperlukan anggaran dana yang cukup dan persyaratan izin pembangunan yang beragam sesuai dengan jenis konstruksinya.

Ada beberapa jenis kontruksi yang perlu Anda ketahui. Berikut informasinya.

  1. Konstruksi Gedung

Mungkin Anda sudah sering melihat suasana pemandangan berbagai macam tiang dan beton yang berdiri kokoh di sebuah area luas di tengah kota-kota besar.

Konstruksi gedung cenderung meliputi pada fasilitas umum atau komersial/bisnis (commercial building) maupun perumahan (residential building).

Contoh dari konstruksi ini adalah perkantoran, sekolah, rumah sakit, hotel, rumah susun, hingga pusat perbelanjaan. Arsitek dan insinyur sipil yang merencanakan konstruksi gedung tersebut.

Biaya pembangunan pada konstruksi ini terbilang cukup besar. Waktu pengerjaannya pun cukup lama, bisa mencapai waktu beberapa tahun hingga akhirnya selesai dengan sempurna.

  1. Konstruksi Teknik

Berbicara tentang konstruksi teknik, tak lepas dari cara atau teknik khusus yang diperlukan dalam membangun konstruksi jenis ini. Konstruksi ini meliputi sektor infrastruktur/pekerjaan sipil (heavy civil construction) atau sering juga disebut horizontal construction.

Konstruksi teknik pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu konstruksi jalan dan konstruksi berat. Proyek pengerjaan konstruksi jalan meliputi penggalian, pengerasan jalan, jembatan hingga struktur untuk sistem drainase.

Sementara untuk proyek konstruksi berat mencakup pada proyek utilitas negara contohnya adalah pemasangan pipa-pipa besar, bendungan, sampai jalur transportasi seperti jalan raya atau rel kereta api.

Proyek pengerjaan pada konstruksi ini tidak dipegang oleh sembarang perusahaan dan membutuhkan persyaratan khusus. Departemen pekerja umum setempat yang akan bertidak dalam menentukan perencanaan konstruksi teknik. Biasanya, mereka merencanakan pembangunan konstruksi dilihat berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Pendanaan proyek ini biasanya dari pemerintah setempat. Namun tak menutup kemungkinan pula pendanaan tersebut bekerja sama dengan pihak swasta.

 

  1. Konstruksi Industri

Pengerjaan konstruksi terlama dan tergolong paling besar adalah konstruksi industri. Sektor konstruksi ini tergolong pada bagian industri (industrial construction).

Contoh konstruksi ini adalah kilang minyak, pabrik manufaktur, pertambangan, dan lain sebagainya.

Sesuai dengan jenis namanya, konstruksi industri ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, sekitar 5 hingga 10 tahun atau bahkan lebih. Hal ini dikarenakan dengan sifatnya yang lebih luas dan kompleks sehingga membutuhkan perencanaan yang sangat sempurna dan matang.

Dibutuhkan kontraktor dan arsitek yang memiliki keahlian khusus untuk merancang sebuah proyek industrial. Proyek dengan tingkat teknik yang tinggi ini juga membutuhkan dana yang tak sedikit. Persyaratan yang dipenuhi untuk membangun kawasan industrial ini pun terbilang banyak dan rumit.

Jenis konstruksi dengan teknik pembangunan yang tepat akan mempengaruhi kekokohan suatu bangunan, jalan, hingga kawasan industri. Selain itu, keakuratan dalam perhitungan dan pemilihan bahan konstruksi yang berkualitas juga akan membuatnya semakin kokoh.